Bojonegoro,_ Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan para Tokoh dan pengerak kegiatan sosial keagamaan di tingkat desa. Pada tahun 2025, Pemkab Bojonegoro telah mencairkan insentif bagi ribuan penerima yang selama ini berperan aktif melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan.
Plt. Kepala Bagian Kesra Bojonegoro, Mohammad Agus Anshori, menyampaikan bahwa insentif ini diberikan kepada lebih dari 15 ribu penerima, dengan nominal Rp150.000 per bulan untuk periode September–Desember. Penerima terbesar adalah guru TPA/TPQ sebanyak 4.741 orang, disusul marbot, jamaah tahlil, takmir masjid, dan modin perempuan.
Insentif tersebut diberikan kepada berbagai kelompok penerima. Modin perempuan tercatat sebanyak 1.010 orang dengan total anggaran Rp 1,818 miliar. Sementara itu, insentif untuk Ta’mir Masjid disalurkan kepada 1.380 orang dengan total Rp 2,484 miliar, dan marbot masjid sebanyak 3.784 orang menerima total Rp 6,811 miliar.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada Guru Non Formal (GNF) keagamaan yang berjumlah 4.741 orang dengan total insentif Rp 8,533 miliar. Selain itu, jamaah tahlil pria sebanyak 1.976 orang menerima insentif sebesar Rp 3,556 miliar, dan jamaah tahlil wanita sebanyak 2.967 orang dengan total Rp 5,340 miliar.
Program insentif ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para pelayan masyarakat yang selama ini hadir di tengah warga, mulai dari kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan nonformal, hingga pendampingan dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan.
Melalui penyaluran insentif ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dapat memberikan semangat dan motivasi agar para penerima terus meningkatkan peran serta pengabdian mereka. Kepedulian ini diharapkan mampu memperkuat harmoni sosial serta mendukung terwujudnya masyarakat Bojonegoro yang religius, rukun, dan sejahtera.(mb/dlk)
|
|
|
|
|
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |